Selasa, 14 April 2009

Open Source as Spirit of Change

Saat ini perkembangan open source software bisa dibilang seperti virus yang terus berkembang, karena dengan solusi kemudahan untuk mengunduhnya, baik itu dari download melalui internet maupun dari request cd secara gratis.


"Open Source Software" (OSS), menurut Esther Dyson (1998), didefinisikan sebagai perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong-royong tanpa koordinasi resmi, menggunakan kode program (source code) yang tersedia secara bebas, serta didistribusikan melalui internet.

Saya masih ingat ketika pertama kali saya berhasil menginstall OSS Varian linux ubuntu. Awalnya saya berfikir kalau linux ubuntu itu susah dan ribet, namun setelah mencobanya beberapa hari ternyata sangat asyik dan membuat saya bener2 jatuh cinta padanya " oh ... Ubuntu, he3x " . Kecintaan saya pada ubuntu juga didasari oleh banyaknya teman-teman yang menulis tutorial di internet dan saling sharing tentang open source varian ubuntu, baik itu yang membahas tentang seputar pernak-pernik ubuntu itu sendiri maupun yang membahas tentang perangkat lunak yang notabene sangat saya butuhkan dalam lingkungan dunia kerja .


History OSS Varian Linux Ubuntu


Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian dan memiliki interface desktop. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth).

Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.

Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.

Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu:

* bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
* bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan
* bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary), bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar